Lintasan Pertumbuhan Pasar Teh Grosir Global dan Metrik Utama
CAGR, nilai proyeksi, dan pertumbuhan volume (2025–2030)
Pasar teh grosir di seluruh dunia tampaknya akan mengalami ekspansi cukup signifikan, tumbuh sekitar 6,8 persen per tahun hingga tahun 2030, ketika nilainya diperkirakan mencapai sekitar 82,5 miliar dolar AS secara total. Saat ini, konsumsi teh semakin meningkat karena masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan menginginkan alternatif yang lebih sehat dibandingkan minuman bersoda manis. Selain itu, kafe dan restoran mulai bangkit kembali pasca-kekacauan pandemi. Teh hijau serta campuran herbal premium sedang sangat populer, mengingat masyarakat menyukainya berkat kandungan antioksidan dan berbagai nutrisi bermanfaat lainnya bagi tubuh. Sebagian besar teh yang dijual secara grosir ditujukan kepada pelanggan besar seperti hotel, restoran, dan kantin kantor yang membeli dalam jumlah besar. Kami juga menyaksikan perubahan menarik dalam cara pengemasan teh untuk pesanan besar serta munculnya layanan langganan baru khusus bagi bisnis. Perkembangan ini membantu perusahaan mengelola volatilitas harga teh yang tak terduga, sekaligus tetap memenuhi harapan pelanggan akan konsistensi kualitas dan kemudahan akses terhadap varietas teh favorit mereka.
Kepemimpinan di Asia-Pasifik vs. premiumisasi dan permintaan yang didorong oleh keberlanjutan di Amerika Utara/EU
Kawasan Asia-Pasifik menyumbang sekitar 65% dari pasar grosir teh dunia, terutama karena permintaan besar dari Tiongkok dan India, di mana rata-rata setiap orang mengonsumsi lebih dari 700 gram teh per tahun. Namun, situasinya berbeda di Amerika Utara dan Eropa. Pasar-pasar ini kurang memperhatikan volume penjualan teh dan lebih fokus pada jenis teh yang dijual. Produk bersertifikasi organik dan perdagangan adil (fair trade) dapat dijual dengan harga sekitar 30% lebih tinggi di wilayah tersebut. Keberlanjutan juga menjadi sangat penting—hampir 78% perusahaan mempertimbangkan faktor lingkungan saat membeli teh. Mereka mengevaluasi segala aspek, mulai dari metode pengiriman yang mengurangi emisi karbon, kemasan yang terurai secara alami, hingga sumber pasokan yang memperlakukan pekerja secara adil. Sementara negara-negara Asia masih berfokus pada produksi dalam jumlah besar secara efisien, pembeli di Barat mendorong produk premium seperti teh varietas tunggal (single origin) langka dan campuran khusus yang dirancang untuk mendukung fungsi otak, mengatasi gangguan pencernaan, atau sekadar mengurangi tingkat stres. Perubahan arah ini berarti pemasok teh perlu menyesuaikan praktik pengadaan bahan baku mereka, memperoleh sertifikasi yang tepat, serta melacak asal-usul produk mereka di seluruh rantai pasok.
Permintaan Komersial untuk Penggunaan Akhir: Pendorong Utama Volume Teh Grosir
Pemulihan Sektor HORECA dan Jasa Makanan: Mengapa 68% Volume Teh Grosir Mengalir ke Pembeli Komersial
Industri HORECA (yang mencakup hotel, restoran, dan kafe) menyumbang sekitar dua pertiga dari seluruh pembelian teh secara grosir di seluruh dunia, sehingga menjadi pendorong utama penjualan teh. Sejak berakhirnya pandemi, pelaku usaha membeli teh dalam jumlah lebih besar daripada sebelumnya karena mereka melihat berbagai manfaatnya. Teh menawarkan margin keuntungan yang sangat baik—kadang-kadang mencapai lebih dari 300% per cangkir yang disajikan. Selain itu, teh tersedia dalam beragam format: panas, dingin, bahkan versi berkarbonasi yang dapat memenuhi preferensi berbagai pelanggan. Pembelian dalam jumlah besar membantu menekan biaya, sekaligus tetap memungkinkan menu menawarkan variasi—mulai dari campuran Assam tradisional hingga matcha cold brew yang sedang tren serta teh herbal khusus dengan tambahan manfaat kesehatan. Permintaan juga cenderung meningkat secara musiman, terutama selama musim panas ketika teh siap minum dingin menjadi populer. Pola ini menciptakan pesanan berulang yang stabil sepanjang tahun di berbagai lokasi dan skala bisnis.
Program kesejahteraan kantor, kemasan curah berlabel pribadi, dan model langganan B2B
Dunia grosir tidak lagi seperti dulu di luar operasional layanan makanan biasa. Mari kita bahas tiga perubahan besar yang sedang terjadi saat ini. Banyak perusahaan yang menjalankan program kesejahteraan telah mulai menawarkan teh khusus sebagai pengganti minuman manis. Sekitar 15 hingga 20 persen dari pengeluaran mereka untuk minuman kini dialokasikan bagi campuran khusus ini—yang membantu meningkatkan konsentrasi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, atau sekadar membantu relaksasi setelah bekerja. Ritel dan restoran juga beralih ke kemasan curah berlabel pribadi dalam ukuran mulai dari 20 kg hingga wadah berkapasitas 50 kg. Pendekatan ini mengurangi biaya pengiriman sekitar 30 hingga 40 persen serta memungkinkan mereka membedakan diri dari pesaing. Bagi usaha kecil yang kesulitan dengan keterbatasan ruang, langganan B2B juga semakin populer. Sistem ini secara otomatis mengisi ulang persediaan bila diperlukan, sehingga menghemat waktu dan biaya. Biasanya, sistem tersebut menyertakan opsi untuk campuran khusus, tanda sertifikasi organik, serta formula yang disesuaikan dengan kondisi cuaca lokal. Gabungan semua tren ini berarti para grosir dapat mengharapkan pesanan yang lebih konsisten dan kurang khawatir akan timbunan stok berlebih yang tidak terpakai.
Pergeseran Saluran Distribusi yang Membentuk Kembali Pengadaan Teh Grosir
Supermarket dan hypermarket: Konsolidasi, tekanan merek pribadi, serta pengadaan langsung ke ritel
Merek-merek supermarket dan hypermarket besar telah mulai menghilangkan perantara sama sekali dengan menjalin kesepakatan langsung dengan perkebunan teh. Perubahan ini terjadi cukup cepat karena perusahaan-perusahaan sedang melakukan merger dan berupaya mempertahankan margin keuntungan mereka tetap sehat. Ketika pengecer bertransaksi langsung ke sumbernya, mereka memperoleh kendali jauh lebih baik atas rasa produk, harga jual yang diberikan, bahkan cara produk tersebut dipasarkan. Produk bermerek pribadi (private label) saat ini benar-benar berkembang pesat. Yang dimaksud di sini adalah teh bermerek toko yang tersedia di rak-rak toko di seluruh Eropa dan Amerika Utara. Produk-produk tersebut kini sudah menempati sekitar sepertiga dari ruang pajang yang tersedia di banyak toko. Dengan semakin bergabungnya kelompok-kelompok ritel besar ini, mereka mampu menuntut diskon lebih besar dari para pemasok hanya karena volume pembelian mereka yang sangat besar sekaligus. Namun, distributor tidak tertinggal dalam tren ini. Alih-alih melawan tren ini, banyak distributor justru beradaptasi dengan menawarkan layanan tambahan, seperti pencampuran berbagai varian campuran teh, penanganan sertifikasi organik, serta pengorganisasian jaringan pengiriman yang efisien antara perkebunan dan toko.
Munculnya platform B2B digital dan grosir regional yang memungkinkan pasokan yang gesit bagi operator jasa makanan UKM
Platform B2B daring sedang mengubah cara bisnis jasa makanan skala kecil dan menengah beroperasi dengan menghubungkan mereka secara langsung ke produsen khusus. Hubungan-hubungan ini memberikan pandangan secara waktu nyata terhadap tingkat stok, memungkinkan pemesanan dalam jumlah lebih kecil dibandingkan persyaratan grosir konvensional, serta menyediakan informasi yang jelas mengenai asal-usul produk. Di saat yang sama, distributor lokal yang mengkhususkan diri dalam penyimpanan dingin dan pengendalian suhu memainkan peran penting. Mereka menangani barang-barang sensitif seperti teh daun lepas organik atau campuran unik dari satu sumber asal (single origin) yang memerlukan kondisi transportasi khusus guna menjaga kualitasnya. Kombinasi antara pasar digital dan penyedia logistik khusus ini memungkinkan perusahaan kecil membeli teh berkualitas tinggi yang dapat dilacak asal-usulnya tanpa harus berinvestasi dalam ruang gudang mahal atau peralatan khusus. Bagi banyak kafe dan restoran independen, hal ini berarti pilihan produk yang lebih baik dengan harga kompetitif, sekaligus tetap memenuhi standar keamanan pangan yang ketat di seluruh rantai pasok.